Doa Pendek Agar Istiqamah Beribadah, Amalkan Setiap Selesai Sholat

Media SwaraTrans.com. – Doa agar istiqamah beribadah kepada Allah dan diberi keteguhan dalam ketaatan sangat dianjurkan dibaca setiap hari atau selesai sholat. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada para Sahabat.

Perlu diketahui, hati manusia berada di antara dua pilihan, yaitu di jalan ketaatan atau jalan kemaksiatan. Dalam Hadis disebutkan dengan kalimat: “Hati anak cucu Adam (semua manusia) itu berada di antara dua jari Allah Yang Maha Rahman.” Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli surga pada waktu yang sangat lama, lalu ia menutup akhir hidupnya dengan amalan ahli neraka. Ada pula seseorang yang mengerjakan amalan ahli neraka pada waktu yang sangat lama, namun kemudian ia menutup akhir hidupnya dengan amalan ahli surga.” (HR Muslim) Doa Agar Istiqamah Beribadah Berikut doa agar istiqamah beribadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ: عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ (رواه مسلم) Dari Abdullah bin ‘Amru bin Ash berkata, bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya hati anak cucu Adam (semua manusia) itu berada di antara dua jari Allah Yang Maha Rahman. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memalingkan hati siapa saja menurut kehendak-Nya.” Kemudian Rasulullah ﷺ berdoa: “Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.” (HR Muslim 4798) اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ Allaahumma Mushorrifal Quluubi Shorrif Quluubanaa ‘alaa Thoo’atik. Artinya: “Ya Allah, Dzat Yang Memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.” (HR Muslim) Atau bisa juga menambahkannya dengan redaksi berikut: يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ Yaa Muqollibal Quluubi, Tsabbit Qolbii ‘alaa Diinik.  (Sumber : Koran Sindo)